Showing posts with label Pemerintah. Show all posts
Showing posts with label Pemerintah. Show all posts

Saturday, 5 February 2011

Pemerintah Beri Insentif Konverter Gas

Untuk merangsang penggunaan bahan bakar gas (BBG) untuk kendaraan, pemerintah menyiapkan insentif bagi masyarakat yang membeli converter kit BBG.

Ini mengingat adanya opsi alternatif untuk membeli BBG (LGV/Liquified Gas Vehicle).


Demikian disampaikan oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana seusai menghadiri acara Indogas Exhibition 2011 di JCC, Senayan, Jakarta, Rabu (26/1/2011).


"Untuk BBG, kan masih perlu SPBU-nya (SPBG) dan untuk kendaraannya masih dibutuhkan converter kit mobil keluarga ideal terbaik indonesia. Itu semuanya butuh investasi, dan Bappenas sedang menghitung jika ingin memberikan insentif," kata Armida.


Armida menjelaskan, jika diberikan insentif untuk converter kit, diharapkan nantinya masyarakat dapat beralih ke BBG dibandingkan BBM.


"Nanti perlu dihitung lagi berapa harganya ketimbang tidak pindah ke gas dan tetap menggunakan Pertamax," ujarnya.


"Nah di Bappenas sedang dihitung keperluannya berapa dan kebutuhan investasinya untuk converter kit berapa harganya. Supaya menjadi insentif bagi pemilik kendaraan untuk bisa berpindah. Nah ini dalam kajian dengan mengambil referensi ke India. Jadi opsi ini masih kita usahakan untuk dikembangkan," ujar Evita.


Armida menyampaikan, gas alam dari ketersediaan memiliki banyak cadangannya di Indonesia. Namun untuk pengembangannya masih dibutuhkan infrastruktur dan investasi.


"Kalau sekarang kan pengembangan untuk elpiji sudah, nah sekarang yang kita kembangkan gas untuk sektor transportasi dan industri. Kalau sektor transportasi ini kaitannya dengan bahan bakar gas (BBG) termasuk transportasi publik dan kendaraan pribadi karena harga relatif lebih murah dan dia bersih dan juga clean energy, tapi kita masih membutuhkan investasi dari sisi infrastrukturnya," ungkap Armida.


Wacana penggunaan gas untuk kendaraan pribadi kembali hangat setelah Wapres Boediono menuturkan hal itu pada IIMS 2010 lalu. Artikel yang mungkin anda tertarik untuk membacanya Mobil Keluarga Ideal Terbaik Indonesia


View the original article here

Saturday, 22 January 2011

Irfan Hakim: Pemerintah Pintar Cari Duit

Pemerintah telah menerapkan pajak progresif mulai awal tahun ini. Presenter
Irfan Hakim pun mengaku kaget dengan kebijakan pajak berganda untuk pemilik kendaraan lebih dari satu tersebut.

"Pertama-tama, saya salut sama pemerintah bisa dapat celah baru buat ngambil duit dari masyarakat. Kita yang bayar pajak tapi entah siapa yang kaya," ungkapnya ketika di temui di sela-sela Honda Jazz Star Search di Jakarta Theater, Jakarta, Senin (17/1/2011).


Lebih lanjut pria berusia 35 tahun ini menuturkan kalau pada dasarnya dirinya setuju semua kebijakan yang ditetapkan pemerintah. "Asal penyalurannya benar," cetusnya mobil keluarga ideal terbaik indonesia.


"Gue beli mobil bukan buat gaya-gayaan. Risiko itu (kena pajak progresif) harus gue tanggung karena toh gue juga perlu mobil. Tapi kalau buat yang gaya sih 'makan tuh gaya'," selorohnya.


Irfan juga mengungkapkan kalau saat ini dirinya punya dua buah mobil yakni Honda Jazz untuk menemani keperluan istrinya dan Toyota Alphard untuk menemaninya sehari-hari.


Alphard lansiran tahun 2008 dipercaya untuk menemaninya karena dianggap bisa memuat banyak barang dan penumpang.


"Bayangin di mobil saya sepatu saja ada 30 pasang. Dari yang santai sampai yang serius. Dari sepatu sport sampai pantofel. Belum lagi jas. Ada jas santai sampai yang formal. Setiap hari saya kan harus ke berbagai tempat yang berbeda. Jawaban saya sih klise seperti artis lain, mobil saya rumah kedua saya," bebernya.


Namun meski sudah memiliki dua mobil, hingga saat ini Irfan ternyata belum mahir mengemudi. Apalagi memarkir kendaraan di parkiran umum yang terkadang sempit.


"Jumlah berapa kali saya nyetir bisa dilihat dari seberapa banyak baret mobil
saya," ujarnya sambil tertawa.


"Gue benci kalau parkir. Nyari tempatnya saja bisa setengah jam. Maka itu vallet juga akhirnya. Kalau enggak ada vallet dan parkiran penuh, mending gue pindah mal atau gedung buat parkir," pungkasnya. Artikel yang mungkin anda tertarik untuk membacanya Mobil Keluarga Ideal Terbaik Indonesia


View the original article here

Tuesday, 28 December 2010

Lagi, Toyota Bayar Denda US$ 32,4 Juta ke Pemerintah Amerika

Toyota Motors Corporation (Toyota) dikabarkan setuju membayar denda sebesar US$ 32,4 juta atau sekitar Rp 294,84 miliar untuk menyelesaikanpersoalan penarikan produknya beberapa waktu lalu. April lalu, produsen mobil asal Jepang ini juga diwajibkan membayar denda US$ 15,4 juta atau sekitar Rp 149, 24 miliar.


Seperti dilansir Associated Press, Selasa (21/12), seorang pejabat di pabrikan itu yang tak bersedia disebut namanya mengatakan, dewan direksi pabrikan itu dalam pertemuan Senin (20/12) setuju untuk membayar denda tersebut mobil keluarga ideal terbaik indonesia. Namun, Toyota menolak untuk mengaku telah melakukan pelanggaran hukum di Amerika Serikat.


Steve St Angelo, Toyota Chief  Quality Officer untuk wilayah Amerika Utara mengatakan pihaknya selama ini telah bekerja keras dan secara sungguh-sungguh menangani isu yang berkaitan dengan keamanan produk. Bahkan, kata dia, Toyota juga telah menerapkan standar baru sebagai wujud pertanggungjawaban kepada konsumen.


“Perjanjian ini (sanksi) itu merupakan kesempatan untuk membuka lembaran sejarah baru yang lebih konstruktif dalam menjalin hubungan dengan lembaga keselamatan jalan raya Amerika Serikat (NHTSA),” tutur dia.


Pembayaran denda tersebut merupakan sanksi perdata yang diberikan oleh Departemen Perhubungan Amerika Serikat karena Toyota dinilai teledor dalam menjaga aspek keamanan produknya. Hal itu ditetapkan setelah lembaga berwenang di Negeri Abang Sam melakukan penyelidikan atas dua kecelakaan dua mobil produksi Toyota yang terjadi secara terpisah.


Kecelakaan pertama terjadi pada Agustus 2009, yaitu di saat mobil Lexus – merek mewah milik Toyota—yang ditumpangi satu keluarga di San Diego, melesat tak terkendali akibat pedal gas terperangkap di karpet lantai. Akibat peristiwa itu, empat orang dalam satu keluarga tewas.


Buntut dari peristiwa tersebut, Toyota menarik sekitar 5 juta unit model Toyota dan Lexus. NHTSA pun melakukan penyelidikan, dan hasilnya menyimpulkan, dalam kurun waktu lima tahun Toyota tak memberitahu pemerintah (Amerika) tentang kemungkinan permasalahan tersebut.


Peristiwa lainnya, terjadi pada 2004. Kala itu Toyota menarik sejumlah pikap Toyota Hilux di Jepang dengan alasan relay steering rawan pecah sehingga memenagruhi kinerja peranti kemudi. Pada waktu yang sama, Toyota memberitahu pihak berwenang Amerika Serikat bahwa masalah itu hanya terjadi di Jepand dan di negara itu tidak ada persoalan dan keluhan dari konsumen.


Namun, setahun kemudian, Toyota memberitahu NHTSA bahwa persoalan relay retak itu ditemukan di model yang dipasarkan di negara adidaya tersebut. Tak pelak 1 juta unit mobil pun ditarik.


Menanggapi kesediaan produsen mobil terbnesar di dunia itu untuk membayar denda, Ray LaHood, Menteri Perhubungan Amerika Serikat mengaku bungah. “Keselamatan adalah prioritas dan tanggungjawab kami dalam melindungi konsumen secara serius,” aku dia. Artikel yang mungkin anda tertarik untuk membacanya Mobil Keluarga Ideal Terbaik Indonesia 

View the original article here