Showing posts with label Membuat. Show all posts
Showing posts with label Membuat. Show all posts

Monday, 10 January 2011

Apa Yang Membuat Wanita Takut Nyetir?

Apa yang membuat seorang wanita takut menyetir mobil? Jawabannya adalah bukan karena kemacetan lalu lintas atau kondisi cuaca buruk. Melainkan karena seorang pria berada di sampingnya.

Salah satu survei Institute of Advanced Motorists seperti dilansir
Financialexpress, Rabu (5/1/2011) menyebutkan 15 persen pengendara wanita tidak santai dan 8 persen tidak pernah rileks dalam mengemudi ketika terdapat seorang pria di sampingnya.


Namun bagi pria justru sebaliknya, kebanyakan pria merasa sangat menikmati perjalanan ketika istri atau pacar mereka berada di balik kemudi mobil keluarga ideal terbaik indonesia. Survei menyebutkan hanya 5 persen pria tidak santai atau tidak pernah santai saat istri atau pacarnya berada di belakang kemudi.


Poling tersebut melibatkan 520 pengendara pria dan 480 pengendara wanita.
Masing-masing dari mereka menyatakan pengendara pria lebih menyakinkan ketimbang wanita.


Direktur Riset untuk The Institute of Advanced, Neil Greig mengatakan penemuan ini sangat nyata dan bukan untuk menghilangkan kepercayaan diri pengendara khususnya kaum hawa.


"Untuk sementara wanita masih paling gugup ketika dihadapi situasi tertentu. Kami menyarankan pengemudi wanita lebih sering belajar dan praktik mengemudi lebih sering lagi," tutur Neil. Artikel yang mungkin anda tertarik untuk membacanya Mobil Keluarga Ideal Terbaik Indonesia


View the original article here

Saturday, 25 December 2010

Cara Gampang Membuat Mobil Injeksi Irit Bahan Bakar

Meski ditunda, kebijakan pembatasan premium tetap akan dijalankan. Tak pelak kondisi ini membuat para pemilik mobil -- khususnya mobil bermesin injeksi -- berpikir keras mencari cara untuk menghemat konsumsi bahan bakar.


Maklum, untuk memodifikasi mobil injeksi yang asupan konsumsi bahan bakarnya telah diprogram melalui Electronic Control Unit (ECU) bukanlah perkara gampang mobil keluarga ideal terbaik indonesia.


“Sehingga sulit untuk mengakses data-data tersebut jika tidak melalui bantuan peralatan pintar yang bisa mengakali program tersebut,” tutur Suwandi, mekanik Eka Motor, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (20/12).


Menurut Suwandi, berbeda dengan mobil yang menggunakan karburator yang cukup dengan mengganti ukuran spuyer serta beberapa nosel untuk berhemat bahan bakar, mobil bermesin injeksi lebih pelik. Ia menyebut diperlukan pemrograman yang lebih pintar guna menyiasati pemrograman besaran semburan bahan bakar ke ruang bakar seperti diatur dalam ECU oleh pabrikan.


Namun, tak usah bingung. Saat ini sudah ada peranti untuk mengakali hal itu dan banyak dijual pasaran. Model, kapasitas, serta fitur yang dimilikinya pun beragam dengan kisaran harga Rp 2,5 juta – Rp 6 juta.


"Melalui Piggyback, mesin bisa mengatur pasokan bahan bakar dan waktu pengapian yang dibutuhkan sehingga proses pembakaran berlangsung optimal,” terang Suwandi.


Secara umum, cara kerja piggyback adalah ‘memanipulasi’ data yang dikirim ke ECU. Data tersebut diolah dan dikirim ke injektor, gear box dan peranti lain yang sistem kerjanya diatur oleh ECU. Peranti ini juga mampu mengubah jeda waktu semburan bahan bakar maupun udara ke ruang bakar mesin.


“Jeda waktu itu sudah secara otomatis terukur dengan komputerisasi. Umumnya, dari merek yang ada saat ini setelah diuji secara dyno test ada peningkatan penghematan bahan bakar hingga sekitar 20 persen,” papar mekanik jebolan Astra Motor itu.


Tak cuma itu. Tenaga yang disemburkan mesin juga makin tokcer. Akselerasi mobil pun makin lincah, karena proses pembakaran yang sempurna maka semburan tenaga juga konstan di setiap lini dan kondisi lintasan.


Lantas bagaimana cara memasangnya? Cukup gampang dan tidak perlu modifikasi atau memotong kabel ECU. Pasalnya. perangkat ini bersifat plug in.


“Jadi cukup sambungkan di modul electronic power plug yang dihubungkan ke ECU. Tetapi agar tidak spekulasi dan hasilnya optimal sebaiknya pilih mekanik terpercaya,” terang Suwandi. Artikel yang mungkin anda tertarik untuk membacanya Mobil Keluarga Ideal Terbaik Indonesia 


View the original article here

Friday, 12 November 2010

Membuat Bioskop di Isuzu Panther

Saya punya Isuzu Panther nih, saya ingin mengubah audionya. Bagaimana cara memilih power yang tepat untuk mobil saya agar suaranya mantap, bisa ada nuansa surround-nya seperti dalam bioskop?

Tapenya saya pakai Pioneer single disc, saya kurang tahu ukuran power amplifier yang sekarang ada di mobil saya, mohon saya diinformasikan berapa budgetnya untuk membuat Panther saya seperti berada dalam teater atau bioskop?


Terima kasih
Kristi


Jawaban:


Pertama kali yang perlu diperhatikan pada kendaraan berbahan bakar diesel ialah adanya engine noise yang ditimbulkan oleh mesin serta getarannya atau vibrasi, disamping road noise.


Untuk memaksimalkan hasil suara yang diinginkan, melakukan peredaman sangat efektif untuk mengatasi masalah tersebut.


Jika Anda ingin menciptakan suasana teater atau bioskop di dalam kendaraan, source utama berpusat pada head unit.


Minimal berupa DVD Player yang telah terdapat fitur 5.1, baik dengan built in monitor ataupun monitor terpisah. Fungsi dari fitur 5.1 ini alah untuk menciptakan surround dan ambience (suasana ruang) yang berasal dari speaker depan, speaker tengah, speaker belakang dan subwoofer.


Alangkah baiknya jika masing-masing speaker menggunakan amplifier tambahan agar suara yang tercipta menjadi lebih hidup dan bertenaga.


Anda bisa menggunakan satu buah amplifier dengan keluaran 5 kanal, atau menggabungkan 1 buah amplifier 4 kanal dan 1 buah amplifier 2 kanal.


Saat ini banyak merek amplifier yang beredar dengan karakter suara berbeda, besarnya watt yang dihasilkan bervariasi, semuanya tergantung dari spesifikasi masing-masing pabrikan.


Tapi yang lebih penting ialah setiap perangkat audio yang dipakai dalam kendaraan haruslah cocok atau istilahnya matching produk, sehingga dapat menciptakan suara dengan hasil yang maksimal.?


Artikel yang mungkin anda tertarik untuk membacanya Mobil Keluarga Ideal Terbaik Indonesia


View the original article here